Realodix

Just a Snack’s For You, It’s Good Day!

1-2 Tahun ini, Google makin terobsesi dengan satu hal: Kecepatan. Padaa akhir 2008, Google mengumumkan untuk membuat browser sendiri. Alasannya? Semua browser yang ada terlalu lambat! Terutama dalam mengeksekusi Javascript. Maka lahirlah Chrome dengan mesin Javascrp V8, dan mulailah perang browser II. Musim panas 2009, saat orang-orang asyik berlibur, tim Google sibuk menguji infrastruktur pencarian baru yang dijuluki Caffeine. Kelebihannya? Dapat mempercepat hasi pencarian lebih cepat dari sebelumnya.

November 2009, bahasa pemrograman Go diriliis. Titik berat utama bahasa ini? Kecepatan eksekusi dan kompilasi, dan juga paralelisme. Masih dibulan yang sama, diperkenalkan protokol SPDY. Kehebatannya? Mempercepat HTTP hingga 2x. Desember 2009, Google menyuguhkan Site Performance tools. Gunanya? Membantu websmaster mempercepat situs mereka. Terakhir sebagai bonus akhir tahun 2009,Google Publik DNS. Tujuannya? Men-cache query DNS untuk memercepat browsing.

Lain Google, lain pula Microsoft. Sampai pada tahapan tertentu, semakin perangkat lunak menjadi kompleks dan lambat, semakin besar puluang meraup keuntungan. Pertama, hal ini memaksa upgrade computer yang lebih cepat, yang pada gilirannya pula mengharuskan kita membel lisensi OS baru. Tidak perlu ditanyakan lagi betapa besar “cinta” Intel pada Microsoft karena hal ini. Kedua, kompleksitas juga menimbulkan banyak kebutuhan akan support, mulai dari antivirus dan konsultan sekuriti, service upgrade dan reparasi, pelatihan dan sertifikasi, yang dengan senang hati akan dipenuhi dengan banyak penyedia yang bermunculan termasuk dari Microsoft sendiri.

Ini sebagian salah kita juga yang rasional. Mana perangkat lunak yang Anda nilai lebih canggih dan lebih mahal? Yang besar installer-nya hanya 2Mb dan dapat di-isntall hanya dalam waktu 5-15 detik atau yang besar installer-nya 100Mb dan proses install-nya memakan waktu 10-15 Menit? Asummsi kita pasti memilih yang kedua.

Microsoft bisa dianalogikan sebagai perusahaan mobil yang ragu/malas berpindah ke mobil elektrik murni dalam waktu dekat, walaupun secara tegnologi tidaklah masalah. Mekanisme mobil elektrik jauh lebih sederhana. Namun apa yang ditempuh para produsen? Mendorong produk hybrid yang menggabungkan kompleksitas/bobot mesin tradisional dan mesin listrik di dalam satu mobil! Tujuannya? Untuk melindungi investasi dan pemasukan serta segala macam bisnis seputar mobil tradisional, seperti produsen dan paritel spare part, bengkel, industry BBM, dan sebagainya.

Sementara Google bisa dianalogikan seperti operator jalan tol. Ingin semuanya serba lancer sehingga setiap hari bias mengutip receh dari jutaan mobil yang lewat. Semakin lama semakin terlihat bahwa si operator jalan tol ini ingin memberikan jalan gratis dan bensin gratis kepada semua orang, dan menerima pemasukan iklan display disepanjang jalan tol.

No related posts.

29 Responses so far.

  1. pututik says:

    Google telah membuktikan kepada microsoft dan akhirnya microsoft sedikit mencuri ilmu pemasaran google. i like google so much and we used microsoft product too heheheheh

  2. mubaroki says:

    beh… mbulet trus… :shock: :shock:

  3. asop says:

    I choose google then… :D

  4. Alam says:

    google numero uno! :-D

  5. kampus blog says:

    saya lebih senang google,, soalnya jalur tol lebar dan cepat serta biaya murah..
    sedangkan microsoft mahal dan masih lambat

  6. tomi says:

    ttp milih google mas… microsoft sll memikirkan profit saja :D

  7. Andank says:

    Google juga ah. . .

  8. fanz says:

    Saya lebih milih google daripada Microsoft mas.

  9. bayuputra says:

    Hidup .. Mbah Google .. yang selalu TOP BGT …

    Salam dari Kalimantan Tengah.

  10. Didien® says:

    jadi hubungannya mobil dan tol dengan google apa yah?kekekekek
    nice info sob…

    salam, ^_^

  11. Caride™ says:

    google memang luar biasa kinerjanya..
    tapi tetep aja masih selalu ada kelemahannya…

  12. Kuker says:

    informasinya keren braderrrr…
    thx ya pencerahannya

  13. DikMa says:

    yang pasti gugel tuh benar2 dimanjakan kitanya .. ;)

  14. gadis jeruk says:

    hmm.. yang opensource dan free aja deh..

  15. johan zeroseven says:

    GOOGLE AJA AH,,

    HIDUP GOOGLE.. :)

  16. MENONE says:

    waaahahhhhh infonya bagus…….dibacax juga enak sob……..

  17. TuSuda says:

    Tampaknya selalu ada inovasi yang kompetitif dalam pengembangan program perangkat lunak. Hal ini memberikan layanan spesial kepada para pengguna internet. :)
    SALAM dari KEndari… ;)

  18. Sugeng says:

    Aku sih pingin semua berjalan cepat tapi gak instant. Biarlah yang menyediakan infrastruktur ini yang bisa menambah pundi2 uangnya karena toh mereka sudah berbuat satu kebaikan. :lol:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  19. angel says:

    cari yang lempeng aja om…
    *maksudnya end user pasrah aja ;)

  20. andre says:

    wah analogi nya tajam banet, keren. menurut saya kedua tehnik manajemen di atas punya keunggulan masing-masing, tapi saya lebih suka cara yang digunakan google, rasanya lebih puas untuk rakyat kecil. gratis hehe

  21. Erdien says:

    Makin sering mereka berkompetisi, makin asyik nih buat kita para pengguna sepertinya :)

  22. dobleh yang malang says:

    menarik
    keren snagat nich
    salam hangat dari blue

  23. Megumii-Chan says:

    inovasi yang kompetitif tapi juga menguntungkan bagi pengguna. saya suka yang seperti ini.

  24. cahyo says:

    Tanggap akan perubahan. Nice

  25. Blog Pengembangan Di says:

    Google memang raksasa mesin pencari yg ingin merambah di hampir semua lini kehidupan, tak heran pertarungan di wilayah ini pun semakin keras dan panas :) nice post mas n salam kenal :)

  26. adibowo says:

    maksih bozz atas dukungannya tadi :)

  27. ADAbisnis.com says:

    Semoga google tetap pada semboyannya "dont be evil"

  28. Nutaryuk says:

    Untung saya sudah pakai Chrome, terbukti kenceng sob.. :)

  29. adin says:

    om google emang dinamis…patut deh jadi raja